Jumat, 23 Maret 2012

Permasalahan di STIKBA Jambi

read before : Tujuan Pendidikan STIKBA

Di dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, STIKBA telah merumuskan strategi-strategi pencapaian upaya untuk arah ke depan melalui serangkaian pencapaian sasaran. Pencapaian sasaran yang telah direlaisasikan oleh STIKBA dalam tahun 2010 tersaji pada tabel di bawah ini.

Sumber : Badan Administrasi dan Keuangan STIKBA, 2010.

Berdasarkan data pada tabel 1.1 di atas terlihat bahwa rata-rata pencapaian sasaran secara simultan yang dicanangkan oleh STIKBA telah mencapai harapan yang optimal. Namun secara parsial masih terdapat sasaran yang masing kurang optimalPencapaian sasaran yang belum optimal ini berkaitan secara langsung atau tidak langsung dengan kemampuan kinerja tugas profesi para pengajar.

Menurut pendapat Dyne dkk., (1994), bekerja sesuai dengan tugas yang ada dalam kontrak pekerjaan di sebut perilaku peran profesi atau kinerja tugas. Morison, (1994) juga menambahkan, ada perbedaan perilaku peran profesi (kinerja tugas) dengan prilaku peran di luar profesi (kinerja kontekstual), perbedaan tersebut terletak pada penghargaan.

Perilaku di luar peran profesi inilah yang dikatakan oleh Smith dkk., (1983) di kenal dengan sebutan perilaku kewargaan organisasi atau dalam bahasa asing di kenal dengan istilah organization citizenship behavior (OCB). Prilaku kewargaan organisasi adalah suatu bentuk prilaku kebebasan para pekerja yang tidak terdapat di dalam kontrak kesepakatan kerja dan tidak memiliki sistem imbal
an. 

Variabel prilaku kewargaa
n organisasi merupakan variabel terikat yang membutuhkan variabel bebas dan variabel mediator untuk mempengaruhinya. Hal ini dapat dilakukan dengan proses secara langsung dengan menggunakan variabel kepemimpinan transformasional atau melalui proses secara tidak langsung yang menggunakan menggunakan variabel mediasi berupa variabel kualitas pertukaran pimpinan dan bawahan

Menurut pendapat Kenny (2011) yang mengutip 
daripendapat  Baron dan Kenny (1986), suatu variabel disebut variabel mediasi jika variabel tersebut ikut mempengaruhi hubungan antara variabel independen dan variabel dependen (kausal).

Secara empiris banyak para ahli telah meneliti variabel kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan prilaku kewargaan organisasi secara langsung atau secara tidak langsung yang dimediasi dengan variabel kualitas pertukaran pimpinan dan bawahan. Oleh sebab itu, penulis akan melakukan suatu penelitian dengan judul penelitian;

“Analisis pengaruh kepemimpinan transformasional dalam meningkatkan prilaku kewargaan organisasi: Studi empiris pada Sekolah Tinggi Baiturrahim Jambi”

read more : Perumusan Masalah di STIKBA Jambi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.